Mengunjungi Kemegahan Gunung Rinjani

   

Ipod saya masih setia memutar playlist bernuansa folk. John mayer dan Ed Sheraan bergantian bersahutan acak. Mata saya masih belum juga bisa terpejam. Padahal lelah masih mendera tubuh ini setelah pendakian Gunung Semeru tiga hari yang lalu. Panas di tubuh saya tak kunjung hilang, sangat kontras dengan suhu udara desa Sembalun  yang membeku dini hari itu. Padahal pagi ini saya harus memulai pendakian lagi di gunung ini.

IMG_7951

Pagi harinya, sedikit terpaksa kuayunkan perlahan kaki kecil ini menapaki tanah menuju singgasana sang dewi anjani. Entah apa jadinya pendakian tanpa rekan-rekan saya yang senantiasa menyemangati. Saya bukan pribadi yang mudah menyerah. Muntaber disaat pendakian pertama dan badan panas tinggi hingga mimisan empat hari berturut-turut di pendakian kedua ini tak sedikitpun menyurutkan niat saya menyambangi Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini. Kecintaan saya terhadap gunung-gunung saya anggap sebagai obat paling mujarab menyembuhkan dahaga dan rasa lapar saya akan petualangan. Selain traveling jalan-jalan mengelilingi kota dan pantai, tak ada salahnya  jika anda harus mencoba hiking sebagai alternatif baru membunuh jenuh.

Indonesia sebagai negara yang dilewati ring of fire terkenal memiliki banyak Gunung Berapi. Jejeran deretan Gunung Berapi ini dimulai dari ujung barat Pulau Sumatera, seluruh bagian Jawa, melewati Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara dan berakhir di Sulawesi serta sebagian Kepulauan Maluku. Dan yang paling menjadi favorit bagi saya diantara gunung-gunung berapi itu adalah Gunung Rinjani. Pesona Puncak Dewi Anjani yang termahsyur ke seluruh dunia membawa saya dua kali menjejakan kaki di Gunung ini. Saya jatuh cinta dengan pesona savananya yang maha luas itu, bukit penyesalan berliku nan curam, Plawangan Sembalun, dan yang paling megah dan epic adalah Danau Segara Anak dengan Gunung Barujari ditengahnya. Bahkan, Lonely Planet sebagai kitab suci bagi pelancong dunia pun menjadikan Rinjani sebagai destinasi wajib ketika para pelancong mengunjungi Nusantara.

Ada yang bertanya kepada saya mengapa saya mencintai naik gunung? Jawabannya sederhana, jika ada hal di dunia ini yang menakjubkan selain cinta, mungkin bagi saya adalah mendaki gunung. Saya bersama para sahabat sependakian menjelajahi urat-urat perbukitan, menyusuri lika-liku gelap dan rapatnya hutan, setapak demi setapak menapaki tebing curam, hingga berpelukan erat bersama mereka ketika menggapai puncak. Banyak kenangan berkesan di tiap pendakian yang saya lakukan salah satunya disini. Mendaki gunung juga merupakan salah satu cara bagi saya untuk mencintai Tanah Air ini, dengan keindahan alam yang ditawarkan tiap gunung yang saya daki, saya bersyukur dapat tinggal di negeri dengan keindahan alam yang maha eksotis ini.

IMG_5803IMG_5856-0IMG_5858

Bagi saya Rinjani sendiri sudah menjadi paket lengkap bagi para penggiat alam khususnya mountaineering. Banyak yang anda bisa lakukan disini. Anda bisa merasakan pengalaman berjalan di savana luas nan terik yang sepertinya tak ada ujungnya dari desa Sembalun hingga Plawangan Sembalun, setelah itu mendaki di trek berpasir menuju puncak Dewi Anjani, pemandangan dari sini sangat sempurna. Urat-urat dinding puncak Rinjani terlihat sangat jelas menggambarkan bagaimana kedahsyatan letusannya beratus tahun yang lalu. Memancing dan mandi di Danau Segara Anak juga bisa menjadi pilihan hiburan lainnya. Jika anda tak kuat dinginnya air disini anda bisa menikmati fasilitas hot spring yang tak akan anda temui di resort dan Spa manapun. Saya menyebutnya best and most favo Spot in Rinjani. Kucuran air panas yang cukup deras yang entah bersumber dari mana dapat anda nikmati untuk melepaskan lelah dan tegangnya otot tubuh anda setelah melakukan pendakian berhari-hari. Berendam disini sungguh maha mengasyikan. Pemandangan bukit-bukit di depan mata sama nikmatnya dengan kucuran air hangat yang jatuh ke punggung saya. Otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks. Ohhhh… Maha Indah Rinjani

Saya melakukan pendakian beberapa kali disini. Ketika musim kemarau, kita akan disuguhkan pemandangan menguningnya savana membentang luas menyelimuti hampir seluruh Tubuh Rinjani. Panas terik menyengat pun setia menemani. Sedangkan ketika musim hujan, Gunung Rinjani akan diselimuti savana hijau bak di taman Teletubies, bahkan ada yang menyebutnya mirip dengan negeri para hobbit di Film Lords of the Ring. Saya menghabiskan seharian penuh dari pagi menjelang malam melewati bukit-bukit ini. Bukit penyesalan merupakan bukit dengan tujuh tanjakan yang sangat menyiksa. Saya menyesal tidak menggunakan jasa porter ketika melewati bukit ini. Namun rasa sesal dan lelah saya terbayar lunas dan sempurna dengan panorama sunset super epic dari shelter Plawangan Sembalun. Awan yang menutupi danau segara anak menyisakan sedikit pemandangan bukit-bukit kecil yang memerah efek pantulan cahaya matahari yang mulai tenggelam. Senja kali ini membiaskan warna langit dengan sejuta misteri yang selalu saya sukai.

Setibanya di Plawangan Sembalun kami segera mendirikan tenda dan menyiapkan peralatan memasak. Mungkin jika anda berniat menyewa porter, segalanya akan menjadi lebih praktis. Tenda dan makanan  selalu siap sedia. Tak perlu repot membawa beban berat carrier di punggung. Semuanya dikerjakan oleh porter. Kami memilih tidur lebih cepat untuk memulihkan stamina karena jam 2 pagi sudah harus berangkat summit attack menuju puncak dewi anjani.

IMG_4802-0

Setelah bangun dengan sedikit keterlambatan, akhirnya kami bersiap-siap melakukan summit attack. Diawali doa dan tekad yang tak boleh kendor, kami menapaki jalanan yang awalnya masih cukup landai, setelah itu trek dengan kemiringan aduhai yang didominasi pasir dan batu menyambut kami, menguji mental para pendaki yang siap bertamu ke Dewi Anjani. Sekitar satu jam melewati trek berpasir kali ini kami dihadapkan dengan trek landai yang sangat panjang sebelum akhirnya bertemu lagi dengan trek berpasir dengan kemiringan yang lebih curam dari sebelumnya. Empat jam lebih akhirnya kami tiba di puncak dewi Anjani. Sedikit haru dan perasaan bangga dapat menjejakan beberapa kali dipuncak ini. Pelukan bersama sahabat menjadi ritual wajib jika telah tiba di puncak gunung. Pemandangan dari sini sangat memanjakan mata. Disisi barat dari kejauhan menyembul puncak Gunung Agung di Bali. Matahari diufuk timur yang masih sedikit malu-malu pun ikut menyemarakan landscape menarik ini. Puncak Rinjani tak begitu luas. Namun beruntung pagi itu pendaki sepi.

Turun dari Puncak Dewi Anjani panorama bukit yang tadi subuh hanya menawarkan siluet saja sekarang sudah terpampang jelas didepan mata. Sebelah kiri jurang ribuan meter dari Danau Segara Anak menganga lebar, pemandangannya menakjubkan. Guratan lapisan batuan berukuran sangat raksasa yang membentuk puncak Rinjani yang berpadu dengan pasir dan tanah yang menjadi kesukaan para ahli geologi ini menjadi pemandangan yang menakjubkan. Betapa hebatnya kuasa Sang Pencipta menciptakan ini semua. Pun begitu danau Segara Anak dan Gunung Barujari, anak gunung rinjani menambah pesona keindahan dari perjalanan turun ini. Sebelah kanan, desa Sembalun dengan punggungan bukitnya yang eksotik menjadi pemandangan kontras dengan sebelah kiri saya. Dua-duanya menciptakan perpaduan Rinjani yang maha indah ini.

Keesokan harinya kami memutuskan untuk turun ke danau Segara Anak. Disini aktivitas paling favorit adalah memancing dan mandi air panas. Bahkan sebagian pendaki asing sibuk berjemur dan berenang di danau dengan kedalaman mencapai 200 meter lebih ini. Esok harinya barulah kami pulang melewati jalur Senaru yang terkenal memiliki kecuraman tebing yang menantang para pengidap acrophobia. Dari sisi jalur Senaru pemandangan danau Segara Anak akan jauh lebih indah terasa. Puncak Rinjani, Gunung Barujari, dan danau Segara Anak membentuk formasi landscape yang sangat pas, syarat fotogenic. Setelah seharian melewati trek jalur Senaru yang melelahkan akhirnya tibalah kami di basecamp pos Senaru. Istirahat sebentar sambil menunggu mobil jemputan datang.

4D3N

Sailing Trip LOB Komodo

3D2N

Overland SUMBA

3D2N

Sailing Trip LOB Komodo